Daftar Blog Saya

Senin, 10 Juli 2017

DANDAN NEEEEH

Beberapa tahun yang lalu, saat belum ada hp android yang bisa screnshoot, aku sering menyempatkan diri untuk membaca artikel tentang kecantikan. Dulu aku tomboy, saking tomboynya ogah pakai rok atau dress cewek. Semakin kesini setelah menikah, punya anak apalagi suatu ketika datang teman-teman yang rempong saat itu mereka belum pada menikah. Ya sudahlah habis dibuli, katanya aku ketuaan baru punya satu anak juga, belum memang semakin bertambahnya usia sebagai seorang wanita tentu saja tak mau dwoonk terlihat kumel dihadapan pasangan.
Alhasil, aku tulis di buku. Mengendap terus mengendap sampai bertahun-tahun. Layaknya sang kolektor yang suka banget mengumpulkan barang kesukaannya, hanya terpajang dan kadang tak sempat dipakai. Ya, begitu pula diriku ini. Semakin menumpuk dan menumpuk, pada prakteknya walau hanya untuk riasan sederhana toh bisa sendiri. Tanpa harus bolak-balik baca referensi.
Sekarang ini, aku berpikir bahawa daripada tersimpan begitu saja dilemari ya lebih baik aku share disini. Tapi karena saat itu aku belum terlalu mengerti 'kode etik' mengopas tulisan orang lain jadi aku tidak menulis dari mana sumbernya. Jadi judulnya campur-campur dah, dari berbagai sumber pokoe.
Dan tadaaa ini dia
Buat yang lagi belajar dandan, aku share apa yang pernah aku 'colong' dari hobiku 'jalan-jalan' di dumay
1. Bersihkan muka dengan air dingin / pencuci dan penyegar ( yang tersimpan di lemari es atau dalam keadaan dingin )
2. Gunakan foundation dan concealer, diamkan 1-2 menit

  • Gunakan foundation satu tingkat di atas warna kulit wajah
  • Untuk mengurangi pipi cuby, gunakan alas bedak lebih gelap pada sisi kiri dan kanan hidung agar terlihat lebih mancung.
  • Konsentrasikan di daerah yang cenderung berminyak /  daerah T ( dahi, hidung, dagu ).
  • Untuk kulit kering, gunakan pencuci dan penyegar bunga mawar dan juga pelembabnya.
3. Bubuhkan bedak, di daerah T 
  • Bubuhkan bedak, buang kelebihannya menggunakan kuas bulu tebal, dengan gerakan memutar menuju arah dagu tunggu sampai 1-2 menit
  • Untuk  wajah kering, jangan gunakan bedak terlalu tebal / banyak
  • Untuk kulit asia, biasanya menggunakan bedak berwarna kuning / kecoklatan dibanding pink/ putih pucat
..... bersambung part 2



Minggu, 22 Januari 2017

10 Day Writing Challenge with Kampus Fiksi DivaPress #Day1

#10DaysKF #Day1 18- 27 Januari 2017

"Jelaskan Bagaimana Tipe Kekasih yang Kamu Dambakan"





Meskipun sangat terlambat buat ikutan moment ini, tapi...daripada tidak sama sekali. Pertanyaan di #Day1 ini sangat jelas diperuntukan bagi yang belum menikah, right? Tapi dalam arti luas, arti kata kekasih itu juga berlaku untuk suami atau istri. Tanpa mengurangi rasa hormat bagi yang belum menikah, kekasih yang sejati adalah pasangan yang kini sudah kita miliki sebagai suami atau istri... hehehe....
Guys, tapi mungkin disinilah letak untuk berbagi pengalaman. Di usiaku yang sudah menginjak 30, dan Setember nanti 31. Setidaknya aku lebih punya banyak kisah tentang ini.
Kalau untuk diriku pribadi, yang sudah menikah 10 tahun. Dan tipe kekasih yang memang layak harus dipertahankan atau didambakan adalah:

1. Mencintai kita apa adanya



Meskipun baru bangun tidur, tanpa make up sekalipun, atau lagi kucel dan keringatan, lagi sakit yang membuat wajah kita pucat dan nggak enak dilihat, juga saat kita menunjukkan sifat buruk kita tapi dia tetap mencintai dan menyayangi kita beeuh itu pantas untuk didambakan dan dipertahankan. Apalagi dia tidak berusaha merubah seperti yang dia inginkan. Artinya dia benar-benar mencintai kita apa adanya. Dalam hal terburuk sekalipun dia bisa menerima, apalagi saat kita dalam keadaan baik. Logikanya kan begono tooh?

2. Menjadikan kita satu-satunya di dunia nyata dan dunia maya



Di zaman canggih dan era sosial media ini tentu saja, tak bisa memandang sebelah mata bagaimana peran dunia maya untuk sebuah hubungan. Entah sudah berapa ribu pasangan yang dipertemukan, juga bertengkar bahkan berpisah gara-gara media sosial. Maka sangat penting bahwa pasangan kita menunjukan penghargaan yang setinggi-tingginya pada hubungan kita. Salah satunya menjadikan kita satu-satunya di dunia nyata maupun maya. Jangan sampai di dunia maya, pasangan kita malah banyak TTM nya dimana-mana entah Facebook, twitter, lewat chatnya di BBM , WhatsApp dst. Jadi untuk menghindari gangguan dari luar, dan juga kesalahpahaman dari dalam jangan malu dan gengsi menungkapkan perasaan kita pada pasangan di dunia nyata ataupun maya. Dan juga menunjukkan betapa berartinya kita untuknya, mungkin dengan sesekali memasang depe kita di sosial media atau media chating, atau menungkapkan perasaan lewat status. Yaaa ga perlu lebay dan setiap saat juga, sewajarnya saja. Dibeberapa kasus memang ketidakpedulian pasangan, membuat sang kekasih khususnya kaum perempuan menjadi was-was karena merasa tak diakui sebagai kekasihnya. Meskipun balik lagi ke orangnya, kalau pasangan kita tipe yang tertutup yaaa....siap-siap aja baper dan gigit jari saat lihat yang lain pada nunjukin so sweetnya hubungan mereka.


3. Rajin Beribadah




Ini yang paling penting dari semuanya, karena mewadahi segalanya. Jika si dia rajin mendekatkan diri pada Tuhannya maka setiap langkah dan ucapannya akan selalu mengarah ke arah yang baik dan benar, entah menasehati kita, menuntun kita. Maupun membentengi dirinya dari hal-hal yang buruk diluar sana. Dari pergaulan buruk, dari kebiasaan buruk, ataupun dari orang ketiga yang maksa godain dia. #ehhh


Catatan:
Semua gambar kucing didapat dari berbagai sumber di google search







SALAM CINTA





Switz Rahayu

Selasa, 13 September 2016

BELUM APA-APA SUDAH DIBULI



Nasib seorang penulis pemula memang tidak mudah.Utamanya tidak mudah menghadapi komentar orang.Pernah ga sih merasa dibuli??Bagi orang-orang yang pernah dan sedang 'berjuang' dijalan ini pasti tahu bagaimana rasanya.
Dunia literasi memang sedang berkembang pesat akhir-akhir ini.Itu tidak terlepas dari perkembangan internet dan media sosial yang semakin semarak.Jagat maya sedang tak kalah ramai dan menariknya dibandingkan dengan jagat nyata.
Ribuan penulis bermunculan,dari berbagai generasi.Baik yang seperti saya angkatan pertengahan,yang sedang mencoba menapaki hobi lama semasa remaja.Atau generasi baru yang sedang unyu-unyu nya.Yang justru mereka adalah generasi penuh keberuntungan hidup dizaman modern.Dimana sisi positifnya,mereka bisa mencari ilmu sebanyak-banyaknya di media sosial,entah itu facebook,twitter,you tobe dan seterusnya.
Tidak di zaman seperti saya dahulu,yang belum seperti sekarang pesatnya.
Yang saya lihat  malah,generasi sekarang adalah generasi yang jenius dan pintar.Standar ilmu pengetahuan yang sudah ditingkatkan ke level yang lebih tinggi.Contoh kecilnya saja,pelajaran bahasa Inggris di zaman saya baru dikenyam pas kelas satu SMP.Sekarang di Paud saja sudah dikenalkan bahasa Inggris.
Belum lagi kecanggihan internet yang bisa diakses kapan saja,dimana para generasi ABG sekarang sudah terbiasa memegang smartphone.
Jika digunakan dengan bijak,sudah pastilah akan menambah pengetahuan.Saat saya singgah ke berbagai media online sekedar 'mengintip' karya-karya yang dimuat.Kebanyakan adalah para anak muda yang sedang unyu dan greget-gregetnya.Entah sekedar tadinya belajar lewat status galau di facebook atau kicauan di twitter,intinya secara tidak langsung mereka terlatih untuk menulis.
Dan bagi yang berdarah penulis,perkembangan teknologi yang seperti ini sangat membantu membentuk karakter mereka.So,takjub,terpesona sekaligus iri dan minder saya membaca karya-karya mereka.
Beberapa hari saat saya putuskan ingin menekuni hobi ini,sempat membuat saya merenung.Aku mah apa atuh?Apalagi kebanyakan yang seumuran saya sukses sebagai writer atau editor dengan bekal sarjana yang pasti ilmu dan pengalamannya lebih mumpuni.
Jujur saja saya sempat pesimis,bagaimana bisa mereka yang masih muda sudah bisa menjadi editor atau admin sebuah penerbit.
Atau ini hanya pandangan saya yang baru melihat lagi ke dunia literasi setelah tiga tahun "gantung laptop'?
Tapi,saya selalu berpikir dan mengatakan ini pada diri saya sendiri saat rasa gundah,minder,dan pesimis sedang melanda hati.
Tidak mungkin Alloh memberikan kelebihan pada seseorang kalau tidak ada maksud dan tujuannya.Dan saya perluas lagi apa motivasi saya untuk tetap menulis.Okelah penulis sekarang sedang booming,berapa banyak ratusan,ribuan,jutaan...masih dikategorikan sepersekian dari jumlah penduduk Indonesia.Jadi 'kelebihan' ini (bahkan ada yang bilang sebagai 'kutukan') adalah tetap sebuah anugerah yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang.
So,silakan membuli.mengomentari,mencibir,mengata-ngatai,dan sebagainya..sebab hanya mereka yang pernah dan sedang 'berjuang' dijalan ini sajalah yang bisa mengerti..

JKT,Tonight


Kamis, 25 Agustus 2016

Yang ada hanyalah bukan tugas istri atau suami,tapi tugas bersama

Jika para suami merasa sudah cukup menafkahi istrinya dengan memberikan gajinya untuk istri dan memenuhi kebutuhan biologis istri.Jawabannya itu salah besar.Karena kenyataannya tidak sesederhana itu.
Memang,seorang suami harus membanting tulang mencari nafkah.Itu sudah sangat melelahkan.Belum tekanan dari pekerjaan.Mungkin dengan alasan itu para suami merasa urusan rumah diserahkan semua pada istri.
Tapi di zaman sekarang.Saya rasa yang terpenting itu adalah bagaimana bekerja sama untuk masa depan bersama.Tokh,tak sedikit para istri yang sekarang harus ikut mencari nafkah membantu keuangan suami.Baik yang atas kemauan sendiri,ataupun karena keadaan mengharuskan istrinya ikut mencari uang.
Jika hanya berputar pada mana tugas istri dan suami.Maka ya sudah,seorang istri harus stay saja dirumah mengurus semua pekerjaan rumah dan anak-anak.Jangan ada lagi para istri yang harus mencari uang dan bekerja di luar.
Tapi,tidak bisa disamaratakan seperti itu.Karena kondisi setiap rumah tangga berbeda-beda.
Pendidikan pertama memang ada dirumah,memang sebagian besar diserahkan pada ibu.Tapi,peran suami sebagai imam juga sangat penting.Harus ikut memberikan pendidikan juga menjadi teladan untuk keluarganya.
Juga dalam hal lainnya.Intinya jika zaman sekarang seorang istri harus ikut 'blusukan' mencari rezeki.Maka sudilah kiranya dan alangkah bijaksananya kalau para suami pun membuka mata hati untuk 'menghancurkan' pemikiran umum para suami yang merasa sudah memenuhi nafkahnya hanya dengan memberikan gaji dan memenuhi kebutuhan biologis istri.Nyatanya dibutuhkan kerjasama yang jauuuh lebih kompleks daripada itu.

Selasa, 16 Agustus 2016

Puisi Galau di Hari Jadimu

Seandainya kau tahu,,
Betapa berdegup kencangnya jantungku
Menatapmu terdiam membisu
Seandainya kau tahu,,
Betapa membaranya hatiku melihat rangkaian kata dan gambarmu itu
Yang ambigu..
Seandainya kau tahu,,
Betapa ku ingin memajang gambar kita dihari jadimu
Biar dunia tahu cinta kita masih menyatu
Seandainya kau tahu,,
Betapa aku semakin merasa ada jarak dinding pemisah diantara kita
Yang entah apakah itu..
Kau memberiku bunga dan racun disaat yang sama
Aku mabuk dan terluka oleh cintamu
Seandainya kau tahu,,
Betapa ku ingin melanjutkan kisah ini bersamamu
Memperbaiki setiap celah dan waktu
Seandainya kau tahu,,
Betapa rapuhnya hatiku..
Seandainya kau tahu,,
Tapi kau tetap tak mau tahu!!!
Jkt,hari jadimu..
(backsong.. Sendiri#kotak)

Kamis, 11 Agustus 2016

Harus ya...settingnya luar negeri melulu??

Bicara tentang setting dalam sebuah novel,yang sudah saya lihat online atau baca sendiri.Hampir semuanya bersetting luar negeri.Bukan karena saya tidak mahir bahasa Inggris(sebenarnya itu juga seeh,takut salah tulis)..tapi juga karena jujur aja bisa dibilang saya nee...punya nasioanalisme yang lumayan tinggi.Saya ingiii..in sekali belajar dan bisa menguasai berbagai bahasa dunia.Saya malah iri neeh sama ponakan saya yang sekarang duduk di kelas sebelas SMK Pariwisata.Kelas sepuluh aja udah belajar
Bahasa Korea,langsung lagi sama orang koreanya.Sekarang kelas sebelas belajar bahasa Perancis.Duh kalau seorang penulis bisa multibahasa itu udah keren banget.Jangan jauh-jauh daah bahasa Inggris aja,jadi nanti tulisannya itu kelihatan lebih berkelas.Apalagi ditambah bahasa Korea dan Perancis.
Hmmm...tapi ya,sebenarnya saya juga ingin belajar beragam bahasa negeri sendiri.Yang buanyak bejibun ga kehitung.Satu daerah saja kadang bahasa dan logatnya berbeda.Tapi..kenapa ya malah sangat jarang yang memakai bahasa kedaerahan.
Keduanya memang bagus,tapi saya lebih condong ke nasionalisme nya.Itung-itung mengenalkan ragam bahasa ke generasi muda.
Sebenarnya dari taun 2013,saya punya naskah yang masih tersimpan rapi.Menurut saya idenya seeh briliant,cuman kalaupun saya bisa menggarapnya.Pasti saya kesulitan dengan beragam bahasa daerah yang ingin saya masukan ke sana.
Hehe..ya sudahlah.Masih kejauhan mimpinya.Idenya udah keren,tapi skillnya masih cemen.Ta simpen aja dulu hehehe...
Btw,baik luar negeri or dalam negeri.Keduanya menurut saya sama-sama keren.Syukur-syukur kalau bisa kolaborasi keduanya.
Bisa ga ya kira-kira suatu hari nanti saya bisa belajar beragam bahasa baik luar or dalam negeri.Meski sudah ibu-ibu begini..kan tak ada batasan usia toh untuk belajar...
Tempat-tempat yang ada di Indonesia pun tak kalah kerennya sama luar negeri kok.Di kampung halaman saya saja di Kuningan -Jawa Barat masih banyak tempat seperti curug,bukit,juga situs-situs purbakala yang masih belum banyak terjamah dunia luar.Juga sisi misteri yang belum dapat dipecahkan.Itu contoh kecilnya saja.
Tapi zaman sekarang kan zaman canggih.Walau kita tidak bisa langsung ngetrip ke daerah atau tempat tertentu,kita juga bisa browsing di internet.Cuman pastinya akan lebih greget lagi kalau bisa mengunjunginya langsung..
Jkt,melepas lelah...

Rabu, 10 Agustus 2016

Ketika Lahan kita 'diembat' orang

Saya percaya kalau rezeki itu sudah ada yang ngatur.Tapi entah kenapa saat lahan kita 'diembat' orang rasanya tuh kayak ga adil banget.Bagaimanapun kita tetep harus bisa mengukur realitas.
Saya juga masih bingung,bagaimana cara menghadapi situasi seperti ini.Karena di satu sisi saya ga bisa melawan ataupun protes.Saya hanya bisa pasrah,mengelus dada dan berharap semoga lewat jalan yang kecil ini ada rezeki yang masih tetap mengalir.
Yang saya bisa lakukan hanyalah berdoa dan berdoa.Namun kadang yang menjadi kendala,saat hampir setiap hari telinga kita mendengar yang negatif,pemandangan yang kurang mengenakan.Tetap saja menjadikan bad pada mood saya.kalau sudah begitu,rasanya semaput.
Mungkin saya kurang bakat kali ya jadi pedagang.Mental saya kurang bisa menerima tekanan,pun juga fisik saya juga cenderung mengalami kelelahan.
Padahal usia masih belum genap 30 taun.
Bicara soal profesi,saya ingat tentang video yang saya lihat di youtobe.Saat bang Tere Liye sedang ada acara bedah buku.Saya sangat salut dan mengagumi beliau.
Saya ingat,beliau juga masih menjadi seorang akuntan.Walaupun sudah bisa menghasilkan pundi-pundi uang lewat tulisannya.
Ada magis disini,ketika seseorang melakukan sesuatu dengan tulus malah mendapatkan kejutan yang diluar permintaan atau target dia.Sebaliknya,ketika seseorang mengharapkan kejutan dari apa yang dikerjakannya.Malah kadang keadaan tidak berpihak padanya..
Ilmu kehidupan saya masih sangatlah kurang.Dan saat menghadapi badmood seperti ini,saya masih sering dikalahkan.
Seperti badmood dalam melakukan kerjaan sehari-hari,menulis pun sama.
Kalau sudah begini,saya ingat lagi neeh kata Bang Tere Liye..kita harus punya semacam lampu ajaib yang bisa menyemangati kita untuk bangkit dari apapun yang membuat bad pada mood kita.
Sesuatu yang kuat,yang cukup menjadi alasan untuk kita tak mungkin berhenti dan harus tetap melaju.
Biar bagaimanapun,iman tetap bicara disini..
Karena kesabaran dan keikhlasan bisa menjadi satu kemustahilan tanpa keimanan..
Kejadian ini,mungkin untuk mengingatkan keimanan saya.
Jkt,siang ini..