Postingan

Orang Asing2

Orang asing yang gue temui selanjutnya adalah  2. Seorang Oma Misterius Suatu ketika, sebelum masalah pernikahan gue mengalami titik klimaks. Gue ke tempat Mpok gue mengenakan busway. Gue sedang dalam  mode bodo amat. Persis kek di film spiderman yang si Peternya lagi patah hati dan membiarkan jiwanya bebas tanpa mempedulikan sekitar.  Kalo inget hal itu gue suka mesem-mesem sendiri. Karena penampilan gue jauh lebih muda, rambut gue dicat terang. Gue mengenakan tengtop doang dengan jaket gue taruh di bahu plus pake kacamata item. Lengkap dengan sebatang rokok di tangan. Sampe gue ditegor satpam karena gue lupa menyulutnya masih di kawasan koridor busway padahal agak jauh sih sebenarnya ga deket-deket amat.  Dan jujur aja meski tampilan gue sekilas kek orang slengean, dari dalam gue merasa bebas. Semua beban kek ga terlihat saat gue dalam mode itu. Gue nggak nyolong, gue nggak jual diri, hanya membebaskan gue aja. Jika gue biasanya melampiaskan pada rokok di tengah ma...

Orang Asing

Gue pengen berbagi pengalaman hidup gue. Sekaligus untuk mengingatkan diri gue sendiri untuk tetap kuat menghadapi setiap episode kehidupan yang sedang gue hadapi kini.  Gue sengaja membuat tulisan ini mengalir apa adanya yang ada di benak gue. Yang gue rasakan itu yang akan gue sampaikan. Gue bisa saja mengemasnya dalam bentuk cerita bersambung pake dialog, deskripsi dan lain sebagainya. Tapi gue suka kebanyakan mikir dulu, dan entahlah gue hanya ingin mengikuti kata hati gue saja membiarkan apa yang terpendam dan menarasikan seadanya.  Gue ingin bercerita tentang part dimana gue bertemu dengan beberapa orang asing dan malah secara tidak sengaja merangkul gue. Atau mungkin itu cara Tuhan menolong gue. Sekedar mengenang saat-saat kritis hidup gue dulu bahwa Tuhan ada memberikan gue bantuan dari jalan yang tidak gue duga. Maka kali ini gue berharap hal yang sama, meski gue agak pesimis karena posisi gue saat ini lagi jauh sama Tuhan gue, mungkinkah ada keajaiban kembali? Gue ng...

Ambang Batas 3

Gue mengalami hari yang berat belakangan ini, maksud gue dari setiap hari memang sudah terasa berat. Yang membedakannya hanyalah tekanan yang gue alami terhadap mental gue dari kata berat itu di rate 1-100 persen. Mungkin diatas angka 70.  Yang gue hadapi sekarang urusan uang, tunggakan alias utang atau juga cicilan yang jumlahnya lumayan banyak. Dan setiap kali ada satu yang tembus katakan pecah ke telinga laki gue, setiap saat itu pula tekanan yang gue rasakan mendorong mental gue pada ambang batas yang gue miliki.  Setiap kali dia bertanya untuk apa? Gue selalu tidak bisa menjelaskan dan percuma gue ngomong pun karena dia tidak akan paham dan mau tahu dari sudut pandang gue. Setiap kemarahan yang dia tunjukkan, setiap perkataan yang dia lontarkan seperti anak panah yang menancap ke jantung hati gue paling dalam.  Gue nggak bermaksud mengungkit-ungkit luka lama. Hanya saja hati gue sudah terlalu rapuh. Gue terluka, gue sedih atau meneteskan air mata tapi bukan merujuk p...

My Lullaby Part10

Orang bilang, luka akan membuatmu jauh lebih kuat dari sebelumnya. Gue nggak inget entah sudah berapa kali, hati, hidup dan jiwa gue jatuh bangun. Tapi yang jelas gue simpulkan gue yang sekarang terbentuk dari apa yang sudah gue lalui.  1. Gue bukan lagi anak manja, bahkan bukan lagi sosok pribadi yang manja.  Setelah menikah, yang awalnya nempel banget ga bisa jauh dari nyokap, gue jadi jarang ketemu. Memang bertahap dari yang gue selalu harus nelp mereka dua sampai 3 kali dalam sehari. Sering nangis karena kangen. Sampai gue bisa kuat menahan ga komunikasi sama sekali satu bulan, dan nggak ketemu bertahun-tahun terutama saat covid gue bener2 ga pulkam ketemu mereka selama 3 tahun.  Yang gue garis bawahi disini bukan perkara jadi semakin jarang komunikasi/bertemu merekanya. Ruang, jarak dan waktu melatih mental gue untuk terbiasa jauh tanpa mereka. Dan seiring berjalannya waktu pula, keadaan memaksa gue untuk menahan diri tidak terlalu sering berkomunikasi. Karena terus ...

My Lullaby Part9

Setelah semua badai besar itu berlalu, gue memulai semuanya dari nol lagi. Gue udah pernah bahas sebelumnya, kalau laki gue tipe orang yang cuek. Tapi sekalinya dia niat nunjukkin kepedulian, bakal bikin gue ambyar.  Sama ketika awal-awal masa pacaran, laki gue bersikap jauh lebih lembut dan romantis. Sayangnya , kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Entah karma untuk laki gue atau memang takdir pernikahan kami yang harus menempuh banyak ujian.  Laki gue yang sekarang diuji tanpa berhenti oleh masalah keuangan. Dimulai dari gue yang abis-abisan bantuin Mpok gue. Ampe gue kejebak rentenir berulang kali.  Laki gue sempet kurang terima karena gue terlalu menghendel masalah yang menimpa Mpok gue. Ya gue mikirnya saat itu yang mpok gue punya cuman gue. Nggak sedikit duit yang gue keluarin saat masalah Mpok gue memuncak. Karena gue pikir bisa menghendelnya tanpa harus melibatkan orang tua gue.  Keuangan gue merosot tajam. Bergantian tiba-tiba ada masalah dari pihak kelua...

My Lullaby Part8

Next ...  Hari-hari berikutnya gue yang mulai belajar membebaskan diri dari segala masalah yang gue hadapi berlanjut. Ketika gue sudah pasrah dengan apapun yang akan terjadi. Termasuk jika memang gue harus melepaskan laki gue. Hal yang tak terduga pun terjadi. Untuk pertama kalinya, di pengujung tahun ke tiga kisah percintaan terlarang laki gue ama tu perempuan.  Tiba-tiba saja, wanita itu mengirim gue pesan. Tanpa gue minta. Tanpa gue tanya lebih dulu. Dia meminta maaf atas segala yang terjadi. Meski begitu, kecongkakannya masih gue lihat dari apa yang dia sampaikan. Katanya demi kebahagiaan gue dan anak gue, dia akan mengalah dan menikah dengan sesama pengusaha. Gue mikir, kan memang sudah seharusnya dia mengambil sikap kek begitu dari dulu. Kenapa baru sekarang? Tapi ya udahlah gue nggak mo perpanjang toh dia sudah mau pergi dari kehidupan kami pun sudah bagus.  Dia juga menyampaikan hal tersebut ma laki gue, tapi laki gue ngak terima.  Yah, meskipun wanita itu te...

My Lullaby Part7

Ada banyak alasan yang membuat gue waktu itu sampe kek ngerasa mati segan hidup nggak mampu, tapi sebagian besar karena yang gue sebutkan di awal.  Karena kami sepakat, akhirnya gue coba jalani lagi. Memang ada perubahan tapi sebentar doang. Bulan-bulan berikutnya lagi dan lagi gue mendapati laki gue masih berhubungan ma tu perempuan.  Dari yang awalnya gue sampaikan dengan sopan ampe kesabaran gue menipis. Lebih lagi wanita itu sejak awal terkesan congkak menanggapi gue. kek nggak merasa bersalah, berdosa apalagi menyesal kalau dia sedang menghacurkan sebuah pernikahan. Gue sangat geram, bukankah secara usia dia jauh lebih dewasa.  Pun secara iman, dari bentukannya dia terlihat agamis. Lebih-lebih sering posting tentang agama dan moral. Harusnya lebih paham hukum agama gimana ketimbang gue yang masih awam.  Sampai gue bilang gini, dia udah pernah jadi istri dan masih jadi seorang ibu. Dia pasti tau betul gimana rasanya jika ada di posisi gue. Kenapa nggak dia saja y...